Sabtu, 04 Februari 2017

sejarah kerajaan kediri

SEJARAH KERAJAAN KEDIRI

Kerajaan Kediri adalah sebuah kerajaan besar di Jawa Timur yang berdiri pada abad ke 12. Kerajaan ini merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno. Pusat kerajaanya terletak di tepi S. Brantas yang pada masa itu telah menjadi jalur pelayaran yang ramai.
Mengetahui hal ini Raja Kertajaya kemudian mempersiapkan pasukan untuk menyerang Tumapel. Sementara itu Ken Arok dengan dukungan kaum Brahmana melakukan serangan ke Kerajaan Kediri. Kedua pasukan itu bertemu di dekat Ganter (1222 M).Jika anda pergi ke Kediri sempatkan singgah di Kediri WaterparkKerajaan Kediri telah meninggalkan beberapa bangunan candi. Candi-candi tersebut memiliki corak khas budaya Hindu. Berikut ini adalah beberapa candi peninggalan Kerajaan Kediri tersebut:

 1. Candi Penataran Salah satu candi peninggalan sejarah kerajaan Kediri yang hingga saat ini dapat kita temukan adalah Penataran. Candi ini letaknya berada di lereng Gunung Kelud bagian Barat Daya, tepatnya di utara Kota Blitar. Candi penataran adalah candi termegah di Jawa Timur. Dari prasasti yang ditemukan di lokasi penggalian candi, diketahui bahwa candi ini dibangun saat masa kepemerintahan Raja Srengga hingga kepemerintahan Raja Wikramawardhana atau sekitar abad ke 12 hingga 14 Masehi.
  Hasil gambar untuk candi penataran

2. Candi Tondowongso Candi peninggalan Kerajaan Kediri selanjutnya adalah Candi Tondowongso. Candi ditemukan di Desa Gayam, Kec. Gurah, Kediri-Jawa Timur pada tahun 2007. Berdasarkan gaya dan bentuk arca yang ditemukan di sekitar candi, diketahui bahwa candi ini dibangun pada abad ke 9, tepat pada masa awal perpindahan pusat politik dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Kendati dianggap sebagai penemuan sejarah terbesar di abad modern, kondisi candi Tondowongso dan kompleks di sekitarnya hingga kini masih memprihatinkan dan belum mendapat perhatian dari pemerintah.
Hasil gambar untuk candi tondowongso

3. Candi Gurah Selanjutnya adalah Candi Gurah. Candi ini ditemukan di Kec. Gurah, Kediri Jawa Timur. Candi peninggalan Kediri selanjutnya ditemukan di Kecamatan Kediri, Jawa Timur pada tahun 1957. Letak candi Gurah berada persis 2 km dari situs candi Tondowongso. Dari pondasinya, diketahui bahwa candi ini berukuran 9 meter x 9 meter. Candi Mirigambar 4. Candi Mirigambar Candi Mirigambar adalah candi peninggalan Kerajaan Kediri yang ditemukan di lapangan desa Mirigambar, Kec. Sumbergempol, Tulungagung – Jawa Timur. Candi ini diperkirakan dibangun pada tahun 1214 – 1310 Saka. Strukturnya terbuat dari batu bata merah, seperti halnya kebanyakan candi-candi yang ada di Jawa Timur. Seorang petinggi desa Mirigambar pada 1965 melindungi candi ini dari aksi ikonoklastik sehingga hingga kini candi ini masih dapat kita temukan.
Hasil gambar untuk candi gurah


8 raja yang pernah memerintah Kerajaan Kediri


8 raja yang pernah memerintah Kerajaan Kediri – Kerajaan Kediri yang termasyhur pernah diperintah 8 raja dari awal berdirinya sampai masa keruntuhan kerajaan ini. Dari kedelapan raja yang pernah memerintah kerajaan ini yang sanggup membawa Kerajaan Kediri kepada masa keemasan adalah Prabu Jayabaya, yang sangat terkenal hingga saat ini.
Adapun 8 raja Kediri tersebut urutannya sebagai berikut :
1. Sri Jayawarsa
Sejarah tentang raja Sri Jayawarsa ini hanya dapat diketahui dari prasasti Sirah Keting (1104 M). Pada masa pemerintahannya Jayawarsa memberikan hadiah kepada rakyat desa sebagai tanda penghargaan, karena rakyat telah berjasa kepada raja. Dari prasasti itu diketahui bahwa Raja Jayawarsa sangat besar perhatiannya terhadap masyarakat dan berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.
2. Sri Bameswara
Raja Bameswara banyak meninggalkan prasasti seperti yang ditemukan di daerah Tulung Agung dan Kertosono. Prasasti seperti yang ditemukan itu lebih banyak memuat masalah-masalah keagamaan, sehingga sangat baik diketahui keadaan pemerintahannya.
3. Prabu Jayabaya
Kerajaan Kediri mengalami masa keemasan ketika diperintah oleh Prabu Jayabaya. Strategi kepemimpinan Prabu Jayabaya dalam memakmurkan rakyatnya memang sangat mengagumkan. Kerajaan yang beribu kota  di Dahono Puro, bawah kaki Gunung Kelud, ini tanahnya amat subur, sehingga segala macam tanaman tumbuh menghijau.
Hasil pertanian dan perkebunan berlimpah ruah. Di tengah kota membelah aliran sungai Brantas. Airnya bening dan banyak hidup aneka ragam ikan, sehingga makanan berprotein dan bergizi selalu tercukupi.
Hasil bumi itu kemudian diangkut ke kota Jenggala, dekat Surabaya, dengan naik perahu menelusuri sungai. Roda perekonomian berjalan lancar, sehingga Kerajaan Kediri benar-benar dapat disebut sebagai negara yang “Gemah Ripah Loh Jinawi Tata Tentrem Karta Raharja”.
Prabu Jayabaya memerintah antara tahun 1130 sampai 1157 Masehi. Dukungan spiritual dan material dari Prabu Jayabaya dalam hal hukum dan pemerintahan tidak tanggung-tanggung. Sikap merakyat dan visinya yang jauh ke depan menjadikan Prabu Jayabaya layak dikenang sepanjang masa.
Jika rakyat kecil hingga saat ini ingat kepada beliau, hal itu menunjukkan bahwa pada masanya berkuasa tindakan beliau yang selalu bijaksana dan adil terhadap rakyat.
4. Sri Sarwaswera
Sejarah tentang raja ini didasarkan pada prasasti Padelegan II (1159) dan prasasti Kahyunan (1161). Sebagai raja yang taat beragama dan berbudaya, Sri Sarwaswera memegang teguh prinsip “tat wam asi”, yang berarti “dikaulah itu, dikaulah (semua) itu, semua makhluk adalah engkau”.
Menurut Prabu Sri Sarwaswera, tujuan hidup manusia yang terakhir adalah moksa, yaitu pemanunggalan jiwatma dengan paramatma. Jalan yang benar adalah sesuatu yang menuju arah kesatuan, sehingga segala sesuatu yang menghalangi kesatuan adalah tidak benar.
5. Sri Aryeswara
Berdasarkan prasasti Angin (1171), Sri Aryeswara adalah raja Kediri yang memerintah sekitar tahun 1171. Nama gelar abhisekanya ialah Sri Maharaja Rake Hino Sri Aryeswara Madhusudanawatara Arijamuka.
Tidak diketahui dengan pasti kapan Sri Aryeswara naik tahta. peninggalan sejarahnya berupa prasasti Angin, 23 Maret 1171. Lambang Kerajaan Kediri pada saat itu Ganesha. Tidak diketahui pula kapan pemerintahannya berakhir. Raja Kediri selanjutnya berdasarkan prasasti Jaring adalah Sri Gandra.
6. Sri Gandra
Masa pemerintahan Raja Sri Gandra (1181 M) dapat diketahui dari prasasti Jaring, yaitu tentang penggunaan nama hewan dalam kepangkatan seperti seperti nama gajah, kebo, dan tikus. Nama-nama tersebut menunjukkan tinggi rendahnya pangkat seseorang dalam istana.
7. Sri Kameswara
Masa pemerintahan Raja Sri Gandra dapat diketahui dari Prasasti Ceker (1182) dan Kakawin Smaradhana. Pada masa pemerintahannya dari tahun 1182 sampai 1185 Masehi, seni sastra mengalami perkembangan sangat pesat, diantaranya Empu Dharmaja mengarang kitab Smaradhana. Bahkan pada masa pemerintahannya juga dikeal cerita-cerita panji seperti cerita Panji Semirang.
8. Sri Kertajaya
Berdasarkan prasasti Galunggung (1194), prasasti Kamulan (1194), prasasti Palah (1197), prasasti Wates Kulon (1205), Nagarakretagama, dan Pararaton, pemerintahan Sri Kertajaya berlangsung pada tahun 1190 hingga 1222 Masehi.
Raja Kertajaya juga dikenal dengan sebutan “Dandang Gendis”. Selama masa pemerintahannya, kestabilan kerajaan menurun. Hal ini disebabkan Kertajaya ingin mengurangi hak-hak kaum Brahmana.
Keadaan ini ditentang oleh kaum Brahmana. Kedudukan kaum Brahmana di Kerajaan Kediri waktu itu semakin tidak aman. Kaum Brahmana banyak yang lari dan minta bantuan ke Tumapel yang saat itu diperintah oleh Ken Arok.
Mengetahui hal ini Raja Kertajaya kemudian mempersiapkan pasukan untuk menyerang Tumapel. Sementara itu Ken Arok dengan dukungan kaum Brahmana melakukan serangan ke Kerajaan Kediri. Kedua pasukan itu bertemu di dekat Ganter (1222 M).Jika anda pergi ke Kediri sempatkan singgah di Kediri Waterpark

Rabu, 01 Februari 2017

Manfaat Ajaib Oleskan Alkohol Pada Pusar

Kesehatan merupakan modal paling berharga bagi seriap orang. Dengan tubuh yang sehat, kita dapat melakukan aktivitas apapun untuk bekerja dan mendapatkan uang. Sebaliknya, apabila tubuh kita tidak sehat maka sebanyak apapun uang Anda, itu semua bisa habis begitu saja.
Untuk mendapatkan tubuh yang sehat kita harus memperoleh asupan nutrisi yang seimbang dan disertai dengan aktivitas fisik yang cukup. Nutrisi ini dapat kita peroleh dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari.
Sedangkan pada saat kita masih berupa janin di dalam kandungan, kita memperoleh asupan nutrisi dari ibu yang disalurkan melalui tali pusar. Oleh karenanya banyak orang yang menyebut pusar sebagai inti dari sumber kehidupan manusia.
Berkaiatan dengan tali pusar, beberapa waktu terakhir diketemukan metode penyembuhan penyakit secara alami dengan fokus pada pusar. Seperti ditulis HelathyRecipeHome.com yang dikutip dari liputan6.com, teknik penyembuhan dengan fokus pada tali pusar ini efektif untuk relaksasi dan menyembuhkan sakit flu.
Langkahnya juga termasuk cukup gampang, kita cuma butuh mengambil sepotong kapas lantas mencelupkannya kedalam alkohol dengan kandungan 50% (alkohol dengan kandungan 50% seperti itu umumnya kita pakai untuk bersihkan luka dan bisa dibeli di beberapa apotek). Kemudian, tempelkan ke pusar.
Janganlah lupa, agar kapas melekat, tutup kapas yang sudah dicelupkan ke dalam alkohol tadi dengan kantong plastik lantas lekatkan dengan plaster agar rekat. Dengan melakukan ini, maka beberapa penyakit disebabkan virus influenza seperti batuk, pilek, serta nyeri hidung, bahkan juga sakit perut bisa segera sembuh.
Selain manfaat seperti di atas, kita juga dapat mengoleskan alkohol pada pusar untuk mengendurkan otot-otot yang kaku setelah melakukan aktivitas yang melelahkan sehingga dapat beristirahat dengan baik.
Bagi Anda yang kerap merasakan nyeri saat datang bulan, dapat juga memakai tehnik mengoleskan alkohol pada pusar ini untuk segera mengatasinya. Efeknya yang dapat membuat kita rileks sangat bermanfaat untuk mengurangi rasa nyeri ini.
Banyak dicari:
manfaat alkohol, https://herbal-id com/manfaat-ajaib-oleskan-alkohol-pada-pusar html, kapas alkohol pusar, alkohol di pusar, manfaat menutup pusar, manfaat alkohol di puser, alkohon di pusar, fungsi alkohol ditaruh pusar, fungsi alkohol untuk anak tradisional, fungsi kapas dan alkohol pada balita, fungsi kapas dikasih alkohol dan ditaruh di pusar, fungsi kapas ditaruj di pusar, fungsi pusar terhadap flu, guna alkohol 70% untuk pria, herbal kapas pada puser, alkohol ditaro puser, jika alkohol dioleskan di pusar, fungsi alkohol ditaruh dipusar buat anak anak, fungsi alkohol 50%, efek samping talipusar ibu hamil di ksh balsam, alkohol untuk menghilangkan batuk anak, apakah alkohol 70% boleh buat kompres pusar pada bayi, berapa menit kapas dberi alkohol d pusar, cara menggunakan alkohol untuk pusar, cara menghilagkan batuk dengan alkohol, cara meredakan pilek dengan kapas dan alkohol yg di taruh di pusar, Cara pengobatan alami dengan alkohol pada pusar, efek alkohol pada batuk, alkohol pusar, tujuan tempel kapas alkohol untuk pengobatan penyakit